Archive for July 27th, 2006

Purnama tak muncul malam ini.Hanya dingin dan sunyi teman mengadu atas perasaan dan nasib.Sekedar menjelaskan mimpi tadi malam.Lebih baik daripada diam.

Tangis isak tak tertahan, bulir airmata mengisi telaga cinta.Dalam bingar dan deru dunia, ada hati yang lantunkan kidung sesal.Bait kata dan untaian suara terdengar di sudut-sudut hati yang terluka.Mata tak kunjung juga menatap tanda cinta, sanubari diombang-ambingkan kekuatan hati yang tak kunjung merasa.

Dam-dam-damHati berdendang lagu cintaDum-dum-dum Mulut ucapkan sanjung pujaDam-dam-damAku jatuh cintaDum-dum-dumAku gila

Di pembaringan, mata tak kunjung bisa diistirahatkan.Ruang rindu melebar, menjadikan hati merdeka memimpikan bertemu puja hati.2 minggu sudah tak jumpa, karena ada yang harus pergi menghilang untuk 1 purnama ke depan.Untuk menuntaskan rindu lain yang walaupun lebih kecil namun meminta hati untuk dipertemukan.1 malam untuk sekedar memikirkan derai airmata cinta, membisukan hati yang terus saja [...]

Bayang matahari perlahan memendek, purnama hampir tiba.empat jam kulalui tanpa beranjak dari dudukku.Memikirkan hidup, dipaksa merenungi nasib.Mungkin ini lebih baik. Daripada harus ngantuk karena lamanya menunggu dia datang.Lebih baik daripada sekedar melihat tubuh-tubuh indah yang bertebaran memperdayai mata.

[k]satria

[k]satria sekarang sudah jadi pemimpin.Dan yakinlah, setumpuk tugas dan rencana pengembaraan sudah menanti dijamah dan dipuaskan.[k]satria sudah jadi raja sekarang.Titah dan perintah akan segera terurai dari otak dan hatinya untuk segenap penduduk negeri agar keadaan senantiasa menyenangkan.[k]satria sekarang punya kuasa.Menjadikan rakyat dalam gelimang aman dan tenteram jadi pengejawantahan kanuragannya itu.