Peta: Apakah itu?

Banyak sekali definisi tentang peta, tetapi pada dasarnya peta adalah bayangan/gambaran yang diperkecil dari sebagian besar atau sebagian kecil permukaan bumi pada bidang datar dengan skala dan sistem proyeksi tertentu (Wongsotjitro, 1980).

Secara garis besar tahapan untuk mendapatkan suatu peta (proses pemetaan), yaitu :

· Pengumpulan data lapangan,

· Pengolahan data lapangan, dan

· Penyajian data lapangan.

Prinsip Utama Peta

Prinsip utama peta untuk dapat digunakan, yaitu :

· Menyatakan posisi/lokasi suatu tempat di permukaan bumi.

· Memperlihatkan pola distribusi dan pola spasial dari fenomena alam dan buatan manusia.

· Merekam dan menyimpan informasi permukaan bumi.

Karakteristik Peta

Peta memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :

· Gambar disajikan pada bidang datar dalam bentuk dua dimensi (hasil transformasi matematik).

· Merupakan bentuk reduksi dari keadaan sebenarnya.

· Dalam penyajiannya mengalami suatu proses generalisasi, sehingga tidak semua informasi dapat disajikan.

· Merupakan suatu bentuk penegasan (enhancement) dari unsur yang terdapat di permukaan bumi (misal : kontur).

Fungsi Peta

Peta mempunyai beberapa fungsi, yaitu :

· Memperlihatkan posisi atau lokasi relatif dari suatu tempat.

· Memperlihatkan ukuran dalam pengertian jarak dan arah.

· Memperlihatkan bentuk atau unsur yang terdapat di permukaan bumi.

· Menghimpun serta menselektif data permukaan bumi.

Bentuk Penyajian Peta

Berdasarkan penyajiannya, peta dapat dikelompokkan sebagai berikut :

· Peta Garis (peta vektor)

Kenampakan permukaan bumi pada peta disajikan oleh garis (baik hitam putih maupun berwarna) dan area yang dilengkapi dengan teks sebagai tambahan informasi. Unsur yang terdapat di permukaan bumi disajikan dengan simbol atau batas. Dengan kata lain, peta garis adalah peta yang memiliki jarak dan arah.

· Peta Citra (peta foto)

Kenampakan permukaan bumi disajikan dalam bentuk citra (sekumpulan informasi yang berasal dari sensor, perolehan tidak secara kontak langsung dengan obyek permukaan bumi ditempat pengamatan). Bayangan permukaan bumi dapat diperoleh melalui foto udara, radar serta sensor airborne lainnya dan citra satelit.

Jenis Peta

Berdasarkan jenisnya, peta dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. Peta Topografi

Peta Topografi merupakan peta yang memperlihatkan posisi horisontal serta vertikal dari unsur alam dan unsur buatan manusia dalam suatu bentuk tertentu, dengan memperhatikan sistem proyeksi peta yang digunakan serta skala peta. Umumnya peta topografi dibuat untuk keperluan perencanaan pembangunan, karena pada peta topografi disajikan unsur-unsur permukaan bumi yang sesuai dengan kondisi pada saat pembuatan petanya.

Peta Topografi disebut juga sebagai peta dasar, karena peta topografi digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta-peta lainnya, baik untuk pembuatan peta topografi dengan skala peta yang lebih kecil dari peta aslinya (original map), atau juga untuk pembuatan peta-peta tematik.

Berikut adalah contoh peta topografi :

· Peta Planimetrik

Peta yang menyjikan informasi tentang beberapa tipe unsur permukaan bumi, pada peta ini informasi ketinggian tidak disajikan.

· Peta Teknik

Peta yang menyajikan detail permukaan bumi untuk keperluan proyek rekayasa (jalan, dam), dan juga untuk keperluan estimasi biaya konstruksi.

· Peta Pendaftaran Tanah/Kadaster

Peta yang menyajikan data mengenai garis kepemilikan tanah berikut sudut dan panjangnya, pemilik, ukuran persil, serta beberapa informasi lainnya.

· Peta Bathimetrik

Peta yang menyajikan kedalaman air dan konfigurasi topografi bawah laut, umumnya mempunyai sistem koordinat yang bereferensi pada sistem koordinat peta topografi.

2. Peta Tematik

Peta tematik adalah peta yang menyajikan unsur-unsur tertentu dari permukaan bumi sesuai dengan topik atau tema dari peta bersangkutan. Umumnya peta ini digunakan sebagai data analisis dari beberapa unsur permukaan bumi didalam pengambilan suatu keputusan untuk pembangunan.

Pada pembuatan peta tematik, data dasar yang digunakan adalah peta topografi, sedang data tematik yang disajikan adalah hasil survey langsung (data primer) dan survey tidak langsung (data sekunder). Penyajian data topografi pada peta tematik disesuaikan dengan unsur yang diperlukan di dalam menunjang data tematik yang disajikan. Data tematik yang disajikan dapat dalam bentuk kualitatif dan/atau data kuantitatif.

Berikut ini beberapa contoh peta tematik :

· Peta Diagram

Pada peta diagram, dua atau lebih subyek tematik yang berelasi disajikan dalam bentuk diagram yang proporsional. Diagram yang disajikan dapat dalam bentuk diagram batang, lingkaran, empat persegi panjang, diagram kurva. Masing-masing diagram disajikan pada posisi dari suatu lokasi atau dipusat area. Misal : peta industri.

· Peta Distribusi

Peta tematik yang menggunakan simbol titik untuk menyajikan suatu data yang spesifik, serta mempunyai kuantitas yang pasti dari sejumlah variabel. Misal : peta sebaran penduduk.

· Peta Choropleth

Peta tematik yang menyajikan ringkasan distribusi kuantitatif dengan basis deliminasi area batas administrasi. Misal : peta kepadatan penduduk.

· Peta Dasymetrik

Peta tematik sejenis choropleth, tetapi biasanya bukan pada batas administrasi, melainkan pada batas dari area yang disurvey.

· Peta Chorochromatik

Peta tematik yang memperlihatkan distribusi kualitatif dari fenomena spesifik dan relasinya. Misal : peta tanah.

· Peta Isoline

Peta tematik yang memperlihatkan harga numerik untuk distribusi yang kontinyu, dalam bentuk garis-garis yang terhubung pada suatu harga yang sama. Misal : peta isobar.

· Peta Alir

Peta tematik yang menyajikan informasi dalam bentuk garis tebal atau warna untuk memperlihatkan arah atau frekuensi pergerakan. Misal : peta frekuensi transportasi.

· Chart

Peta tematik yang bersifat khusus. Chart merupakan peta yang menyajikan data dan informasi yang berhubungan dengan unsur navigasi atau keselamatan perhubungan. Jenis chart yang dikenal adalah Peta Navigasi Laut (Nautical Chart) dan Peta Navigasi Udara (Aero Nautical Chart).

—————————————————————-

source here: http://wikantika.wordpress.com/2008/05/06/apa-itu-peta/

image courtesy : here

26 Responses to “Peta: Apakah itu?”

  1. sangat geo-geodesi-geografi-geologi!!! tapi saya mau tanya, metode2 yg kaya gmn yg bisa menghasilkan peta isoline, bathimetrik, dan peta-peta yg “lain”?… maklum aja deh, saya cuma bisa bikin peta geologi (yang masih dipertanyakan) dari peta dasar yg udah ada (RBI yg di-digit pake map info&corel)… oiya, satu lagi yang penting dari peta: SKALA!!!…

  2. @Kapon:
    Metode apa nih maksudnya?. Kalau maksudnya cara pengolahan dari peta dasar menjadi peta tematik (misal RBI ke Peta Land Use) itu ya bisa banyak cara. Yang penting unsur2 peta, yaitu: skala, referensi, sistem koordinat, dan lain lain nya masih dipertahankan dengan baik,sesuai dengan data aslinya….
    Skala emang benar sekali berpengaruh, maka dari itu, pembuatan peta tematik yang biasanya turunan dari peta dasar, harus dipertahankan betul skala nya.

    Begitu?.

    *wah, saya kagok juga nih, di tanya soal Geo, maklum belum begitu menguasai ..hihi (ngeles…)*

  3. geodesi itu apa ya?hahaha *durhaka durhaka

  4. geodesi itu apa ya?

    tak bilangin Pak Andi lho vit….

    *haha, ada bukti nya..weks*

  5. bilangin lagi mamaku! huuu,mama,farid jahat huuuuu.

  6. @ talkwithme:

    bilangin lagi mamaku! huuu,mama,farid jahat huuuuu.

    wakakak, aku ga berani kalo udah bawa orang tua, takut kuwalat….

  7. sudah lama gak liat peta… *bukan anak IPS* hahaha… ngeles…

  8. cara bikin peta dasarnya, bukan dari peta dasar… kan mungkin aja di suatu tempat blm ada peta top ama rbi-nya…
    contohnya klo cuma bikin peta jalan di rumah/kost sih, kita bisa pake kompas trus ngukur jarak pake meteran (bangsanya theodolit gitu deh)… nah, klo bikin peta bathymetri apa kita harus nyelem laut bawa theodolit?(emang bathymetri apaan? haha!!)…
    peta isoline itu apa?… trus peta citra itu sama ga ama foto udara(penginderaan jauh)?…
    sorry nanya mulu, itung aja semuanya brp ntar “dibayar” minggu malem besok…thanx..

  9. @iphan:

    sudah lama gak liat peta… *bukan anak IPS*

    justru yang ngomongin peta di level kampus, adalah bukan orang-orang IPS…

    *sok nggaya..*

    @kapon:
    Pertanyaan anda sulit, ijin kan saya mikir lima hari dulu buat nemuin jawabannya..

    *wakakka,*

  10. peta itu yang bikin dora selalu selamat sampai tujuan,,

  11. @ Akbar Kadabra:
    Betul bar. Itu berarti secara fungsi, peta nya Dora sudah betul, walaupun secara visual kenampakannya aneh (ga ada skala, orientasi arah, index peta, dll). Tapi jujur nih, film Dora menunjukkan peran peta yang sebenarnya sangat dominan dalam kehidupan manusia. Jika di luar negeri, maka konsep MAP MINDED sudah mengakar dan tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia. Dosen saya pernah cerita, di Jepang, semua bis, kereta, alat transportasi lainnya, selalu melengkapi diri dengan peta. Apa tujuannya?, ya agar semua termudahkan tanpa harus ribet nanya-nanya ke orang lain. Begituh???…

    *udah keliatan pinter belum?..hahahak*

  12. weleh2. itu kaya yang kuliah kartografi 1 noh. aku udah qatam alias tamat. dapet A lagih. hohohoho.. ^^


  13. aku udah qatam alias tamat. dapet A lagih.

    Buset, pamer nilai…emang aku ga dapet A?. Lha wong aku juga dapet A…hahaha

    *sama-sama sombong*

  14. wue e e e e.. sesama sombong jangan saling mencela. tapi biarpun sombong, aku rajin menabung looh.


  15. aku rajin menabung looh.

    maaf, komen saudar tidak berhubungan dengan posting saya…wakakakaka

    *wis, mandeg*

  16. ijinkan saya menjawab… mudah-mudahan ga salah. ^ ^

    yang namanya peta batrimetri kita bisa bikin dengan menggunakan / memanfaatkan satelit altimeter. itu untuk ngukur tinggi muka air lau (msl). trus untuk ngukur dalamnya laut kita bisa menggunakan ecosounder (sebuah alat… salah ga ya aku nulisnya). so dengan data itu kita bisa buat peta batrimetri.

    ga mungkin lah kita nyelam ke laut pake teodolit. secara kalau pake teodolit kita juga masih butuh cahaya, sentering dll yang tentunya tidak mungkin dilakukan sambil nyelam.

    yang namanya peta batrimetri itu adalah peta laut dengan kenampakan muka surutan air terendah. jadi garis pantai akan di gambar dalam beberapa lapis. biasanya lapisan muka surutan tinggi, terendah ama yang rata-rata.

    kalo peta citar beda dengan foto udara. memang dua-duanya termasuk pengindraan jauh tetapi itu berbeda.
    peta citra biasanya di peroleh dari satelit. sedangkan peta foto udara dibuat dari citra foto udara yang di poter dengan menggunakan wahana pesawat udara.
    selain itu data citra biasanya memiliki resolusi spatial, radiometrik dan temporal. sedangkan data foto udara hanya berupa resolusi spatial

    mudah-mudahan ga salah
    ^ ^

  17. peta batrimetri itu adalah peta laut dengan kenampakan muka surutan air terendah

    Gimana biar tahu itu pas surutan terendah?. Makanya itu dilakukan pengamatan pasang surut, dan ketika sudah di ketahui bahwa saat itu sedang surutan terendah, maka dilakukan lah pengukuran di laut nya, demikian juga dengan MSL dan pasang tertinggi.


    peta citra biasanya di peroleh dari satelit. sedangkan peta foto udara dibuat dari citra foto udara yang di poter dengan menggunakan wahana pesawat udara


    Ya, citra adalah isitilah untuk menamakan hasil dari “pemotretan” dengan satelit. Jadi peta citra adalah peta yang dibuat dengan memanfaatkan citra satelit saja. Yang harus diingat, citra-citra tersebut harus melalui koreksi2 ( koreksi radiometrik, geometrik untuk citra dengan level geo kayak Ikonos yang di pake Google)

    Untuk jawaban yang lain, ya betul kayak gitu seperti apa yang dikatakan saudara krisna

    *buset, ngomong nya jadi berat gini..hohoho, ga papa sekali-kali…*

  18. ok dech tq

  19. buset dah. pada pinter2 bener yak. semoga aku jadi makin rajin menabung. wakakakak. ^^

  20. klo bikin peta 4 dimensi gimana bos?

  21. @alle:
    4 dimensi gimana maksudnya?.
    3dimensi ruang (x,y,z) dan 1 dimensi waktu?.
    Atau gimana nih?.
    Peta 3 D, sudah banyak beredar sekarang. Apalagi dengan beragam software yang bisa untuk aplikasi peta 3D, seperti Arc GIS, Arc View, Global Mapper dan lain-lain. Unsur waktu, menurut saya (bener-bener menurut saya) itu ya menunjukkan kapan data citra/peta itu didapatkan/diukur. Membantu??.

  22. topik opo kie,ra nggenah hahaha*menebar genderang peperangan

  23. @talkwithme:
    topik yang ga genah pada komen no: 12, 14, 19, (termasuk komen no 22), lainnya masih ada benang merahnya

    *apa loh?..wahahaha*

  24. ok…. tengkyu bgt semuanya, lumayan dah jd nambah2 isi otak…

  25. wekekekke. Sama-sama mas kapon…silahkan mampir2 lagi…

    *hehhehe*

  26. saya cuma pengen kasih tau kalo proses pembuatan peta bathimetric sebenarnya sederhana yaitu :
    1. pengukuran kedalaman menggunakan echosounder,
    2. pengukuran posisi kedalama, untuk jaman modern saat ini biasanya
    menggunakan GPS (global positioning sytem) dan pengukuran posisi kedalaman
    ini berbarengan dengan pengukuran kedalaman pada waktu yang sama, jadi
    fungsi waktu memegang peranan penting disini)
    * pengukuran kedalaman dan posisi dilakukan bersamaan menggunakan kapal
    yang sama
    3. pengamatan pasut (pasang surut di sekitar pengukuran) pengamatan ini fungsinya untuk penyurutan hasil pengukuran kedalaman dan harus diingat pengamatan pasut ini harus overlap dengan pengukuran kedalaman karena penyurutan hasil kedalaman mengunakan pengamatan pasut pada waktu yang sama. pasut ini juga berfungsi untuk mendapatkan tinggi muka air laut rata2 (MSL) sebagai bidang referensi kedalaman yang nilainya ‘0′
    4. nah setelah hasil pengukuran kedalaman disurutkan maka kita tinggal melakukan penggambaran menggunakan kedalaman yang telah disurutkan sedang posisinya menggunakan hasil pengukuran GPS. trus dibuat peta kedalaman dengan menarik garis kontur kedalaman…kalau menggunakan software AutoCad proses penggambaran kontur ini dapat dilakukan dengan mudah.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>